The Queen Seon Deok (Seon Duk Yeo Wang)


The Great Queen Seon Deok

Judul lain: Seon Duk Yeo Wang
Kategori: Sejarah, zaman kerajaan
Jumlah Episode: 62
Saluran TV: Indosiar
Waktu Tayang: Senin - Jum'at 17.00

Cerita tentang seorang ratu yang harus merelakan cintanya untuk menyelamatkan rakyatnya. Drama yang penuh adegan peperangan dan bertabur bintang ini menjadikan The Great Queen Seon Deok menuai rating tertinggi di negeri Ginseng.
Doekman (nama kecil Ratu Seon Deok) yang lahir sebagai putri dan nantinya akan menjadi ratu di Silla telah meninggalkan banyak pencapaian yang brilian.
Doekman terlahir kembar tetapi tidak diakui sang raja arena di Silla beredar ramalan, jika raja mempunyai anak kembar maka keturunan raja akan rusak. Takut hal itu diketahui rakyatnya,  raja lalu menyuruh So Hwa untuk membawa pergi bayinya.

Setelah dewasa, dia kembali ke Kerajaan Silla dimana di sana dia bertemu lagi dengan saudara kembarnya, Putri Cheonmyeong dan membentuk kekuatan untuk melawan Mi-shil, orang yang ingin menguasai Kerajaan Silla. Mi-shil berusaha untuk mengancam 2 putri Silla agar mereka diasingkan dari kerajaan. Akan tetapi, cheonmyeong berhasil dibunuh.

Tapi dengan strategi Deokman yang dibantu oleh Hwarang Yushin, Bi Dam, dan yang lainnya, mereka dapat mendesak Mi-shil. Akhirnya terbukalah ramalan yang sebenarnya. Berkat kecerdikan Deokman, akhirnya dia diangkat menjadi putri Silla. Deokman pun diangkat menjadi biksu menggantikan Mi-shil yang telah salah dalam memberikan ramalan.

Deokman sebagai biksu khayangan yang baru membuat sebuah gebrakan. Dia membuat rencana untuk membangun sebuah tempat dimana semua orang boleh belajar perbintangan. Semk pembangunua bangsawan setuju akan hal itu, tapi dibalik itu semua Mi-shil yang ikut menyetujuinya punya rencana tersembunyi. Saat upacara untuk memulai pembangunan ternyata tidak ada seorang pun yang datang. Deokman punkecewa.

Di saat yang sama So Hwa kabur dari sekapan Mi-shil dan mencari Deokman. Dengan bantuan Munno, akhirnya, mereka pun bertemu. Deokman sangat bahagia bisa bertemu dengan ibunya. So Hwa pun dapat berbicara lagi. Munno kembali ke istana. Saat ia kembali, di istana sedang diadakan pemilihan panglima Hwarang dan Munno pun menjadi jurinya.

Pemilihan dimulai. Pertandingan pertama dimulai. Bo Jong berhasil menjawab pertanyaan pertama. Kedudukan sementara dipimpin Hwarang Bo Jong. Pertanyaan kedua adalah menemukan ketiga arti dari Silla. Yushin dan Bo Jong berlomba – lomba mencari artinya. Tapi, Mi-shil yang sudah mengetahuinya pun meminta Bo Jong untuk merelakan pertannyaan itu karena dia yakin tak seorang pun dapat menjawabnya.

Deokman dan Yushin tidak menyerah. Mereka mencoba memecahakan soal tersebut sampai akhirnya surat dari mertua Munno yang diberikan kepada Raja Jinpyeong memberikan titik terang. Dan jawabannya berhasil ditemukan. Akhirnya saat Munno meminta jawabannya Yushin dapat menjawabnya. Kedudukan menjadi seimbang. Pertandingan ketiga adalah pertarungan pedang antar Hwarang. Bi Dam mulai curiga dengan jati dirinya. Lalu, ia meminta pada Munno agar  ia dapat diikutsertakan dalam pertandingan kali ini. Dan akhirnya Bi Dam diperbolehkan untuk ikut dalam duel kai ini. Pertandingan demi pertandingan telah dilalui, telah terpilih hwarang untuk melaju ke semifinal, yaitu Hwarang Yushin, Alcheyon, Bojong, dan Bi Dam. Di babak semifinal Yushin harus menghadapi Alcheyon. Dan Bi Dam melawan Bojong. Di final, akhirnya Yushin dan Bi Dam dipertemukan. Pertandingan berjalan seru, pertarungan dimenangkan oleh Yushin. Kubu Mishil mencari celah agar Yushin tidak disahkan ebagai pemenangnya. Bi Dam dianggap curang karena menyerah saat pertarungan tersebut untuk memenangkan Hwarang Yushin.

Putri Deokman, Munno, Mishil, dan Chil soek berunding membuat keputusan. Akhirnya diputuskan pertandingan final antara Yushin dan Bi Dam tidah sah. Tetapi Hwarang Yushin tetap akan diangkat menjadi panglima hwarang asalkan Yushin bisa menahan 10 serangan dari Hwaramg Chil Seok. Dengan keadaan Hwarang Yushin yang kelelahan setelah melawan Bi Dam di pertandingan sebelumnya, Putri Deokman pun khawatir. Tapi kekhawatiran itu tidak terbukti, Yushin berhasil menahannya.

Saat upacara untuk pelantikan, Seolwon menyinggung pengungsi Gaya yang berada di tanah milik keluarga Yushin tanpa ditarik pajak Karena hal itu Yushin terancam tidak bisa menjadi panglima Hwarang. Yushin yang terpojok pun diberi pilihan oleh kubu Mishil untuk menyerahkan kepala pemberontakan kaum Gaya atau menyerah pada Mishil dengan cara menikahi perempuan dari keluarga Mishil. Yushin kebingungan dan dengan tulus ikhlas mau menikahi perempuan dari keluarga Mishil daripada menyerahkan kepala pemberontak. Deokman terkejut dan tidak dapat menerima hal itu. Akhirnya dia meminta Yushin untuk memilih jalan lain, Yushin pun menolaknya. Dan di saat itulah Deokman mengutarakan perasaannya kepada Yushin tapi Yushin menolaknya dan berkata bahwa mereka akan menjalani jalan mereka sendiri-sendiri. Deokman pun patah hati.

Chun Chu yang terus keluar istana dan pergi bersama Mi Saeng menambah kekhawatiran Deokman. Mishil berencana mendekatkan Chun Chu dengan anak Bojong, Putri Bo Rang. Dan ternyata Chun Chu tertarik dengannya. Bi Dam pun punya masalah sendiri. Karena merasa diperlakukan tidak adil oleh Munno, dia menyerang Munno. Mereka pun bertarung sengit sampai akhirnya, jarum beracun menancap pada Munno. Munno pun jatuh dan menyatakan penyesalannya kepada Bi Dam dan berpesan agarterus membantu Deok man. Setelah itu, dia pun meninggal. Bi Dam menemui Yeomjong karena dialah yang bersalah atas kematian gurunya. Tapi karena Yeomjong bisa ngeles, Bi Dam pun mengurungkan niatnya dan berbalik menanyakan keberadaan peta 3 geografi kerajaan. Namun begitu Bi Dam menemukannya, dia melihat Chun Chu sedang merobek peta tersebut.Bi Dam marah dan meminta Chun Chu untuk memperbaikinya danternyata Chun Chu bisa menghafal peta yang telah disobeknya tadi.

Di lain pihak, Mishil mulai menjalankan rencananya. Kubu Mishil membeli bahan pangan dalam jumlah besar dan menjualnya dengan harga mahal kepada rakyat. Hal ini dilakukan agar rakyat muncul rasa tidak senang terhadap raja. Deokman yang tak kalah akal pun akhirnya membalas Mishil dengan menjual seluruh bahan makanan istana dengan harga yang lebih murah. Mishil terkejut dan akhirnya haru menjual beras tersebut karena harganya jatuh di pasaran. Lebih terkejut agi saat Deokman ingin menggunakan semua bahan makanan di istana untuk dijualnya ke rakyat. Kubu Mishil menentang hal itu. Namun Deokman mampu memberikan bukti yang membuat Mishil terdiam.

Putri Deokman yang cerdik pun terus memikirkan rakyatnya agar bisa hidup sejahtera dan mempunyai tanah sendiri agar bisa ditanami dengan baik. Setelah diteliti ternyata peralatan pertaniaan merka kurang bagus. Deokman pun membuat alat pertanian dari bahan senjata. Saat itu, muncul pemberontakan di Benteng Anggang milik Sejong. Ini dikarenakan pemerintah yang tidak mau menurunkan pajak saat panen mereka gagal terkena hama. Putri Deokman berinisiatif untuk menemui kepala pemberontak tersebut. Dan berjanji akan mengembalikan hail pembayaran pajak dan bahkan akan memberikan peralatan pertanian yang baru serta kesempatan untuk lepas dari perbudakan. Namun ternyata hal ini disalahgunakan oleh rakyat. Mereka malah membawa kabur alat tersebut. Deokman yang geram pun menangkap pemberontak tersebut dan mengeksekusi mereka dengan tangannya sendiri.

Tangan Deokman terus bergetar. Perasaannya kacau. Saat hal itu terlihat oleh Bi Dam, ia pun menghiburnya dengan cara menggenggam tangan Deokman. Seolwon melihat kedekatan mereka dari kejauhan. Sementara itu, Raja Jinpyeong mulai sakit-sakitan, jantungnya kumat. Dia ingin Deokman menikah lalu mantunya akan jadi penerus tahta. Maka dibentuklah rapat istana. Mishil berfikir untuk mencari kan pasangan Deokman yang bisa dimanfaatkan olehnya. Tapi ternyata Deokman sudah memiliki pilihannya sendiri. Dia tidak akan menikah dan akan menjadi raja perempuan Silla. Semua yang hadir terkejut, tidak ada yang menyangka akan seperti itu. Chun Chu yang mendengar hal itu pun membicarakannya dengan Yeum jong. Yeum jong bilang bahwa raja perempuan tidak menjadi masalah di negara lain. Di saat itulah Chun Chu mempunyai rencana untuk ikut mendaftarkan sebagai calon raja. Mishil pun mendukungnya. Saat mengetahui hal itu, Deokman memilih mundur dari pada haru melawan keponakannya sendiri.

Keinginan Chun Chu yang kontroversial ini ternyata didukung oleh Kim Yongchun. Raja Jinpyeong merasa sangat sedih melihat Chun Chu dimanfaatkan oleh Mishil. Tapi sebenarnya, di balik itu semua Chun Chu mempunyai rencana lain. Seojong merasa kedudukannya akan terancam jika nanti Chun Chu menikah dengan Boryang. Jika itu terjadi, maka Seolwon akan menjadi besan pangeran Silla. Aksi saling menggalang dukungan mulai dilakukan oleh pihak Sejong dan Seolwon, situasi tersebut terbaca oleh Putri Deokman, yang keheranan melihat Mishil belum bertindak apapun untuk melerai potensi konflik yang bakal terjadi.

Puncaknya Boryang diculik oleh orang yang tak dikenal. Pihak Seolwon mulai menyalahkan Seojong. Seojong pun tidak terima dirinya difitnah. Konflik pun memanas. Mishil malah pergi bersama Bi Dam dan Chilsoek ke suatu tempat. Berbeda dengan biasanya, Mishil meminta Bi Dam untuk menuntunnya.

Kejutan dilakukan Chunchu, ia mendatangi Raja Jinpyeong untuk menyampaikan kabar bahwa dirinya dan Boryang telah menikah. Ucapan itu keruan saja membuat Sejong geram, ia merasa ditikam dari belakang oleh Seolwon. Tak lama kemudian muncul Putri Deokman dan Yushin, yang langsung melempar pandangan tidak percaya. Sang putri langsung teringat akan sejumlah kejadian sebelumnya, ia sadar bahwa Chunchu yang ada dihadapannya bukan pemuda biasa yang polos.

Di lain phak, Mishil malah menceritakan kisah hidupnya kepada Bi Dam, yang sebenarnya adalah anaknya. Mishil tahu kalau Bi Dam jatuh cinta pada Deokman. Keduanya pun mulai dekat. Saat Bi Dam mengatakan suatu hal, Bi Dam membuatnya seolah bangun dari tidur. Mishil seperti memulai sebuah awal yang baru, strategi baru. Mishil kembali. Dan tenyata benar, dia bisa meredam pertengkaran Seojong dan Seolwon. Dia pun berjanji pada Deokman untuk tidak akan pernah mengaku kalah pada Deokman. Deokman merasa Mishil sudah mempunyai cara yang benar-benar bisa membuat Deokman kewalahan. Ia pun bergegas menemui Yushin dan Bi Dam.

Sebelumnya, Deokman memberitahu kepada Chun Chun bahwa apa yang telah diperbuatnya ini telah membuat Mishil menjadi lebih kuat lagi. Chun Chu tidak percaya rencana yang selama ini dia buat untuk mengalahkan Mishil malah membuatnya semakin kuat. Walau ia tidak mengakuinya, tapi kali ini Chun Chu benar-benar harus bersatu denga Deokman, bibinya. Untungnya, Putri Deokman sudah mempersiapkan strategi khusus. Kepada Raja Jinpyeong  sang putri mengusulkan supaya diadakan pengubahan aturan pajak yang baru. Begitu dijelaskan apa yang menjadi alasan, Raja Jinpyeong yang ditemani oleh Kim Yongchun dan Kim Seohyeon  tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Tapi, Mishil pun tak kalah cerdiknya, ia juga punya strategi yang membuat Deokman sempat mati kutu.

Akhirnya, Deokman mengadakan rapat. Di rapat tersebut, para bangsawan yang mendukung Deokman tidak datang. Para bangsawan tersebut ditahan oleh Mishil agar tidak dapat memasuki ruang rapat. Di tengah kebingungan Deokman, tiba-tiba ada seorang prajurit roboh tertusuk panah. Keadaan memanas. Semua menghunus pedang, Sejong pun mengalami luka. Deokman dan Chun Chu sadar kalu Mishil sedang melakukan pemberontakan.

Mishil membuat fitnah bahwa Deokman melakukan kudeta. Deokman pun menjadi bulan – bulanan Mishil.  Raja Jinpyeong dan Ratu Maya ditahan oleh Mishil. Deokman dan Chun Chu pun melarikan diri ke tempat yang aman. Tetapi Mishil dapat menemukannya, sehingga Deokman membuat sebuah rencana yang sangat berat baginya. So Hwa akan menyamar sebagai dirinya dan akan keluar bersama Wolya. Sementara itu Yushin dan Deokman akan melarikan diri dari Mishil.  Deokman sadar bahwa apa yanglakukan itu bisa membahayakan nyawa So Hwa, tapi tak ada cara lain. Sampai akhirnya kekhawatiran Deokman itu terjadi. So Hwa yang dikira Deokman ditikam oleh Chilseok. Tentu saja setelah mengetahui hal itu, Chilseok merasa sangat bersalah. Terutama Deokman, ia tak menyangka ibu angkatnya rela mati demi dirinya.

Deokman pun tak ingin sembunyi lagi dari Mishil. Dia pun menyerahkan diri dan berpesan jik. a dirinya dibunuh, Yushin harus menjaga Chun Chu sebagai penerus Kerajaan Silla. Akhirnya, persidangan Deokman dimulai. Tetapi hanya ada sedikit bangsawan yang datang. Di saat itulah muncul kertas berterbangan memberitahukan bahwa raja telah diselamatkan. Saat itulah Mishil tahu bahwa dirinya sudah kalah. Dia pun memanah Deokman tetapi Deokman selamat berkat belati warisan raja jinheung yang ia pakai.

Setelah hal itu terjadi, Mishil mencoba melarikan diri. Dalam keadaan terjepit pun Mishil tidak mau menyerah. Padahal Deokman sudah memintanya untuk menyerahkan diri tanpa syarat, tapi Mishil tetap menolak. Dan pada akhirnya dia memilih untuk mengakhiri hidupnya di depan anaknya, Bi Dam. Bi Dam sudah tahu kalu Mishil itu adalah ibunya, tapi dia tidak mengatakannya pada Deokman.Dia mebuat kematiannya itu mejadi terkesan bahwa hal itu adalah apa yang diinginkan Bidam, putranya, atas keinginan  deokman. Supaya Bidam merasa bersalah atas kematian Mishil yang merupakan ibunya dan meneruskan usaha mishil untuk tetap melanjutkan perlawanan terhadap deokman karena deokman lah yang menbuat Bidam secara langsung membunuh ibunya sendiri.

Saat pemakaman Mishil, Bi Dam selalu menangis sehingga membuat Deokman bertanya kenapa. Sampai akhirnya Bi Dam mengatakan bahwa Mishil itu adalah ibunya, dan Deokman mengerti akan hal itu. Deokman pun memberikan pengampunan kepada pengikut Mishil yang memberontak. Kerajaan kembali aman. Di tengah kebahagiaan tersebut, terdapat kesedihan yang menyelimuti Silla. Raja Jinpyeong meninggal akibat penyakit yang dideritanya selama ini. Akhirnya Deokman diangkat menjadi Raja perempuan pertama di Silla. Bikan berarti ini adalah akhir dari segalanya. Tapi justru inilah awal yang baru untuk membangun Silla menjadi lebih maju lagi.  Tetapi ternyata semua itu tidak semudah yang ia bayangkan sebelumnya. Terlebih lagi, ambisi Mishil masih terus membayang-bayangi di dalam diri seseorang.

Akhir dari cerita ini mungkin tidak sesuai dengan harapan penonton. Bi Dam yang hilang kepercayaannya kepada Deokman mencoba untuk melakukan pemberontakan. Pemberontakan berhasil dihentikan dan Bi Dam pun dihukum mati. Padahal, jika Bi Dam sedikit lebih lama percaya pada Deokman maka mereka pasti akan bersatu karena ternyata mereka berdua punya perasaan yang sama. Setelah Bi Dam dihukum mati, ramalan yang dikarang sendiri oleh Bi Dam itu pun terjadi, umurnya memang benar – benar sedikit lebih singkat 3 hari dibanding Raja Silla, yang dimaksud raja Silla di sini adalah saat Deokman menjabat. Akhirnya, setelah 3 hari meninggalnya Bi Dam, Deokman pun meninggal di samping Yushin.

silsilah Kerajaan Silla dalam drama

Mau nonton atau download QSD Versi happy ending Deokman dan Bi Dam? <= click there.

Just enjoy it!😀

11 thoughts on “The Queen Seon Deok (Seon Duk Yeo Wang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s