Itazura na Kiss



Judul lain: It Started with a  Kiss, Mischievious Kiss
Genre: komedi, romantis
Jumlah episode: 9

Cerita komedi cinta yang dibuat oleh Kaoru Tada ini memang membuat kita ketagihan terus untuk melihatnya lagi, lagi, dan lagi. (paling nggak buat aku). Buktinya, cerita dari … ini sudah diadaptasi di berbagai Negara Asia. Jepang sebagai negara asal sudah mengadaptasinya di abad 20 lalu, yaitu di tahun 1996 (kebayang betapa jaduknya tu film, inikan udah abad 21). Lalu dilanjutkan negara Taiwan yang mengadaptasi serial ini, sampai dibuat sekuelnya segala sama mereka dengan judul It Started with a Kiss lalu sekuelnya They Kiss Again. Dan baru-baru ini negara pencetak drama terlaris di Asia juga ikut-ikutan mengadaptasi drama ini dengan Kim Hyun Joong sebagai main actornya (hohoho). Yup, Itazura na Kiss.

Itazura Na Kiss ini mengadaptasi cerita dari manganya. Padahal di tahun itu ceritanya memang belum selesai makanya agak menggantung. Kalau dilihat dari episode terakhirnya, kelihatnnya mereka tu pengen buat sekuelnya, deh. Tapi mungkin nggak jadi karena ceritanya emang nggak berlanjut lagi gara-gara sang pengarang, Kaoru Tada meninggal di tahun 1999. (kesoktahuan aku aja, nih)

Kali ini aku mau bahas yang versi Jepangnya.

Cinta pada pandangan pertama sih sudah biasa didengar tapi gimana kalau cinta pada ciuman pertama. Ini dia yang kejadian sama Aihara Kotoko, seorang cewek yang baru saja menjadi murid baru SMA. Di hari pertama dia sekolah, Kotoko merasa terlambat. Makanya dia lari-lari di lorong dan saat berbelok ups. . .  nggak sengaja dia tabrakan sama cowok, nggak tanggung-tanggung tabrakannya antara bibir sama bibir. Nah, lho? (takdir kali, ya :B) Untung cowoknya cakep, saat itulah si Kotoko ini jatuh cinta ama cowok yang tak lain dan tak bukan adalah si jenius Irie Naoki. Gimana nggak jenius, di setiap tes Naoki selalu menempati peringkat pertama, selalu. Selain itu dia juga jadi murid pertama di sekolahnya yang mempunyai IQ 200, nggak cuma itu di bidang olahraga sekalipun dia nggak ada yang bisa nandingin. Tak seorang pun yang tahu apa yang ada di kepalanya. Sikapnya yang cool tentu membuat banyak cewek mengaguminya.

Sejak saat itulah Kotoko mulai menyimpan rasa. Namun, Kotoko baru berani  untuk menyatakan cintanya setelah dia berada di kelas 3. Tapi, Naoki menolak mentah-mentah cinta Kotoko dengan alasan dia tidak menyukai orang bodoh seperti Kotoko. Meski sudah ditolak, cinta Kotoko masih membara. Sebuah musibah yang menimpanya justru membantunya untuk lebih dekat dengan Naoki. Kebakaran rumah membuat seroang teman lama ayahnya menawarkan kepada Kotoko dan ayahnya untuk tinggal sementara di rumahnya.

Teman lama ayahnya mempunyai 2 orang anak laki-laki, yang satu masih SD bernama Yuuki dan satu lagi sebaya dengan Kotoko. Naoki. Berkah tak terduga ini membuat Kotoko senang bukan kepalang, namun justru tidak untuk Irie bersaudara. Mereka menganggap Kotoko adalah sebuah bencana dan cobaan. Yuuki tidak jauh beda dengan kakaknya selalu saja mengatai Kotoko bodoh, dia merasa karena Kotoko dia kehilangan kamarnya karena kamarnya ditempati oleh Kotoko dan dia harus mengungsi ke kamar kakaknya.

Dan di mata Naoki, Kotoko bukan hanya orang bodoh, tapi orang bodoh yang membawa ketidakberuntungan dalam hidupnya. Bahkan di beberapa episode, Naoki mimpi dikejar-kejar sama Kotoko. (kocak, deh!)

Di saat bersamaan Kotoko merasa berada di surga dan neraka. Berada di surga karena bisa tinggal 1 atap dengan orang yang ia sayangi dan di neraka karena Irie bersaudara selalu bersikap sinis padanya dan dia hanya menumpang di rumah ini jadi dia makin tidak enak saja berada di sini. Namun, hal itu tidak mematahkan semangat Kotoko untuk memakia kesempatan yang baik ini untuk mendekati Naoki. Apalagi ada ibunya Naoki yang selalu mendukung Kotoko untuk jadian sama Naoki.

Perjuangan Kotoko untuk mendapatkan Naoki tentu bukannya tidak punya saingan, Reiko teman sekelas Naoki yang tentu saja lebih pandai dan lebih cantik dari pada Kotoko siap menghadang. Hambatan datang pula dari penggemar Kotoko, Kinnosuke Nakamura. Kadang Kin-chan (panggilan akrabpada Nakamura) membuat Kotoko risih dengan sikapnya yang terlalu berlebihan dalam menyatakan perhatiannya pada Kotoko. Apalagi jika ia dekat dengan Naoki, kecemburuannya yang berlebih akan membuatnya melakukan segala cara untuk menjauhkan Naoki dari Kotoko.

Tengok juga bagaimana kerasnya Kotoko belajar agar bisa masuk di jurusan yang sama dengan yang Naoki pilih. Saat Naoki memilih jurusan kedokteran, akhirnya Kotoko pun memutuskan untuk menjadi sperawat dengan tujuan agar bisa membantu Naoki saat merawat pasien. Dari sinilah mereka diujui. Satu-satunya universitas yang mau menerima Kotoko adalah universitas yang jauh dari rumah dan bahkan harus memakai pesawat untuk ke sana. Kotoko pun bimbang antara melanjutkan cita-citanya atau terus berada di dekat Naoki, apalagi Reiko, yang notabene saingan terberatnya masuk ke jurusan dan universitas yang sama dengan Naoki.

Keputusan pun sudah ditetapakan, Kotoko tetap akan menjadi perwat dan meninggalkan Naoki. Setelah kemali dan bertemu Naoki dia melihat kalau hubungan Naoki dan Reiko semakin dekat dan tak ada harapan lagi untuknya bersama Naoki. Ia p memutuskan kembali lagi ke sekolahnya dengan harpan dapat melupakan Naoki untuk selamanya meskipun sulit.

Namun saat Kotoko sudah setengah jalan Naoki mengejarnya dan mengatakan bahwa ia ingin agar Kotoko tidak pergi lagi dan selalu berada di sisinya selamanya. Lalu mereka pun berciuman. (sooo sweeeet) dia nggak bilang cinta, lho.

Akhir kisah versi dorama ini aku rasa dikit menggantung. Di akhir-akhir cerita, terlihat Naoki dan Kotoko mengenakan baju pengantin dan Yuuki berkata untuk epilog begini “apakah akhirnya akan begini (Naoki  dan Kotoko menikah). Sejujurnya aku juga tidak tahu.”

Dan sejujurnya juga aku ingin ada sekuelnya😀

Perbedaan antara anime dan dramanya dalam karakternya

Aku merasa Naoki di dalam anime masih bisa menunjukkan perasaannya dengan senyum sinis atau muka kaget. Tapi kalau di versi dramanya, Naoki di sini benar-benar dingin dan tertutup. Serasa hidupnya itu hanya ada dirinya saja.

Kalau Kotokonya, di anime terlihat lebih girly, kalau pun tingkah lakunya bodoh paling nggak, nggak kelihatan memalukan. Tapi kalau versi dramanya, Kotoko selalu saja mempunyai semangat yang terlalu membara. Dan dia juga selalu berbicara sambil berteriak-teriak. Nggak kelihatan feminim.

Yah, meskipun ada perbedaan di sana sini tapi, versi anime ataupun dramanya sama-sama bagus, kok iya, kan😉

Perbedaan antara anime dan dramanya dalam karakternya

Aku merasa Naoki di dalam anime masih bisa menunjukkan perasaannya dengan senyum sinis atau muka kaget. Tapi kalau di versi dramanya, Naoki di sini benar-benar dingin dan tertutup. Serasa hidupnya itu hanya ada dirinya saja.

Kalau Kotokonya, di anime terlihat lebih girly, kalau pun tingkah lakunya bodoh paling nggak, nggak kelihatan memalukan. Tapi kalau versi dramanya, dia benar-benar kelihatan mengejar-ngejar Naoki dan kelihatan bodah, dan memalukan. Hehehe

Yah, meskipun ada perbedaan di sana sini tapi, versi anime ataupun dramanya sama-sama bagus, kok iya, kan😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s