Baker King, Kim Tak Goo


Judul lain: Jeppangwang Kim Tak Goo / Bread, Love and Dreams / King of Baking Kim Tak Goo
Kategori: keluarga, percintaan, impian
Jumlah Episod: 30
Saluran TV: Indosiar
Mulai Tayang: 20 Desember 2010 -
Waktu Tayang: Senin - Jum'at, Pkl. 16.00 - 17.00

Ini dia ni…. Drama yang paling banyak ditonton tahun 2010. Nilai rating mencapai 50,8%, jadi mungkin dapat disimpulkan di waktu penyangannya separo orang di Korea yang nonton TV pada nyetel Tak Goo… ckckck… Bayangin aja, dari 30 episode yang ada, hanya 3 episode aja yang tak mendapat rating tertinggi, yakni ep. 1, 4, 5. (Yang episode 4 dan 5 aja masi dapet rating no.2, tinggi juga kali… -,-). Ini juga, nih yang bikin Naughty Kiss ratingnya jeblok hehehe Dan yang pasti, mereka g silau ama rating tinggi hingga membuat mereka harus memanjang-panjangkan cerita. hohoho.. berpendirian…

Ceritanya bagus dan bikin penasaran. Kalau diperhatiin, nih,ya, ceritanya tu ya mirip-miriplah ama sinet Indonesia yang bercerita tentang perebutan harta warisan, cuman di sini disajikan dengan gaya apik khas Korea dengan nilai moral yang lebih khusus (maksudku nggak cuma ngebuktiin yang jahat pasti kalah, itu mah uda umum). Contohnya, anak tu emang harus berbakti ama orang tua, khususnya ibu. Contoh si Tak Goo yang terus mencari keberadaan ibunya sampai 12 tahun lamanya; ada lagi sewaktu dia nyuri roti, dia mau ngaku dan mau bertanggung jawab; saat nolongin Yoo Kyung dari bapaknya juga salah satu dari sekain banyak moral yang ingin disampaikan pada penontonnya.

Cerita tentang dua anak haram yang ingin menjadi koki roti terkenal. Itulah yang mungkin bisa digambarkan dari drama Korea terbaru keluaran KBS2. Sangat sederhana memang kelihatannya, tapi kalau dicermati lagi, aku merasa ceritanya mengandung banyak pesan seperti yang aku tadi jelaskan.

Cerita berawal dari perselingkuhan seorang legenda di industri perotian (emang ada?:P)yang juga pemilik pabrik roti Samhwa, Goo In Jong. Perselingkuhan tersebut terjadi akibat dirinya dipaksa untuk menikah dengan seorang wanita yang tidak dicintainya yang hanya menginginkan hartanya saja, Seo In Sook. Padahal dari pernikahannya tersebut mereka telah dikaruniai 2 orang anak perempuan, Goo Ja Kyung dan Goo Ja Rim.

Meskipun begitu ibu In Joong menginginkan cucu laki-laki yang kelak akan meneruskan perusahaan milik anaknya. Karena In Sook tak kunjung melahirkan anak laki-laki selama 7 tahun, ia pun merasa tertekan. Dia mendapat sebuah ramalan yang mengatakan kalau dia hanya akan mendapatkan anak laki-laki jika dia berhubungan dengan pria lain. Karena bujuk rayu setan, akhirnya In Sook hamil dengan orang kepercayaan suaminya yang bahkan sudah dianggap anak sendiri oleh mertuanya, Han Seung Jae.

Dia pun menutupi hal itu dari suaminya. Dia pun juga tahu kalau suaminya telah berselingkuh dengan seorang perawat. Dan perawat yang bernama Kim Mi Sun itu juga sedang mengandung. In Sook pun menyuruh Mi Sun untuk menggugurkan kandungannya. Namun saat dia akan melakukan hal yang sangat berdosa itu ia melihat seorang wanita yang sedang memeriksakan kandungannya dengan suaminya. Setelah melihat itu pun ia sadar dan memilih untuk melarikan diri dan membesarkan anak yang dikandungnya. Sebelum ia pergi, ia diminta oleh Il Joong untuk memberikan nama Tak Goo pada anak itu. Tak untuk kemuliaan dan Goo untuk meraih.

12 tahun kemudian…

Seorang anak ketahuan mencuri roti di pabrik roti Samhwa. Saat kabur tidak sengaja dia tertabrak mobil presdir (In Joong) perusahaan tersebut. Presdir yang mengetahui hal itu menganggap anak itu pengecut. Anak itu pun dimintai pertanggungjawabannya untuk mengganti roti-roti yang dicurinya dengan tegas anak itu berkata akan mengganti semua roti yang telah dicurinya. Ketika ditanya siapa namanya dia pun menjawab. “Namaku adalah Kim Tak Goo. Bukan karena aku mahir main tenis meja tapi karena Tak untuk kemulian dan Goo untuk meraih.” Presdir pun kaget dan memerintahakan Seung Jo (manajer) untuk menyelidikinya. Seung Jo yang tahu kalau anak itu adalah anak Mi Sun tidak mengatakannya pada Presdir tapi malah mengancam Mi Sun agar ia cepat pergi meninggalkan tempat itu sebelum terjadi sesuatu pada mereka berdua.

Mi Sun yang selalu dikejar ketakutan selama 12 tahun mengajak Tak Goo pergi tapi Tak Goo menolaknya. Dia merasa sudah mempunyai teman dan sekolah yang menyenangkan di sini sehingga dia tidak mau meninggakan tempat ini kalau pun ibunya ingin pindah sendiri Tak Goo tidak keberatan jika harus tinggal sendiri. Tak Goo juga menasihati ibunya jangan lari dari ketakuatan, ketakutan harus dihadapi. Mendengar perkataan Tak Goo, Mi Sun pun telah membulatkan tekadnya.

Pagi-pagi Mi Sun sudah mengajak Tak Goo pergi ke sebuah rumah yang suangat besar. Ketika ditanya rumah siapa ini, Mi Sun menjawab kalau ini adalah rumah ayah Tak Goo. Penjaga melarang Mi Sun masuk di dalam sedang diadakan pesta ulang tahun presdir Samhwa yang tak lain ayah Tak Goo. Karena Mi Sun bersikeras maka ia pun ditangkap sedangkan Tak Goo lari sambil berteriak minta tolong. Hal ini didengar presdir dan akhirnya sepasang  ayah dan anak pun telah dipertemukan kembali.

Mi Sun menyerahkan Tak Goo kepada ayahnya berharap hidupnya kelak akan lebih baik. Namun sayang di sana Tak Goo hanya dicemooh oleh In Sook yang takut kalau harta kekayaan suaminya akan jatuh ke Tak Goo dan  Ma Jun yang merasa cemburu karena sang ayah lebih terlihat menyayangi Tak Goo. Tak  lama kemudian dia dapat surat dari temannya kalau ibunya dalan bahaya. Tak Goo pun memutuskan untuk pergi menyelamatkan ibunya. Ma Jun meminta ikut dengannya. Tak tahu apa yang akan direncanakan saudara tirinya, Tak Goo pun pergi bersama Ma Jun.

Mi Sun yang sedang dalam bahaya berhasil melarikan diri. Ia pun berlari sekuat tenaga sejauh mungkin. Dan tak sadar kalau di depannya adalah jurang dalam. Ia pun terjatuh tak sempat tertolong.

Di sana Tak Goo bersama Shin Yoo Kyung, temannya mencoba untuk menyelamatkan ibnunya namun sayang sang ibu sudah diculik entah kemana dengan seseorang bertato kincir angin. Tak Goo benar-benar terpukul dengan kejadiaan itu, manajer Han memberitahukan Tak Goo kalau dia tahu keberadaan ibunya dengan syarat setelah dia diberitahu dia akan menghilang selamanya dari keluarga Goo. Tak Goo setuju.

Ternyata manajer Han punya rencana lain. Dia ingin mengirimkan Tak Goo ke suatu tempat nun jauh di sana. Tak Goo yang mencium gelagat aneh dari orang suruhan Manajer Han langsung kabur. Kaburnya Tak Goo juga dibantu seorang kakek pembuat roti, Tak Goo menceritakan kemalangan yang dilaluinya. Sang kakek berujar kalau kebaikan suatu saat pasti akan menang. Pasti. Tak Goo berterima kasih dan berpamitan. Sebelum ia pergi, sang kakek berkata kalau sudah ditakdirkan, kita pasti akan bertemu lagi. Benarkah???

Presdir yang menunggu kedatangan Tak Goo untuk belajar membuat roti dikejutkan oleh Ma Jun yang datang dan memintanya untuk mengajarinya membuat roti.

12 tahun kemudian atau 24 tahun kemudian dari awal kisah. . .

Tak Goo berubah menjadi seorang preman yang ditakuti. Dimana-mana ia mengamuk dan menanyakan keberadaan orang dengan tato kincir angin di pergelangan tangannya. Sampai akhirnya ia menemukan dimana laki-laki itu berada dari seorang preman yang sudah dipukulinya habis-habisan. Siapa pria bertato kincir angin tersebut? Dialah pria yang menculik sang ibu tercinta. Selama 12 tahun ini ternyata Tak Goo tak pernah lelah untuk mencari ibunya itu.

Pria berkincir angin itu bekerja di sebuah toko roti (Pal Bong Bakery) dan dia sudah insaf setela keluar dari penjara, begitu kata preman tadi. Dengan segala luapan emosi selama 12 tahun yang dipendamnya, ia pun pergi ke toko roti yang dimaksud. Ternyata tak semudah itu menemukan ornag bertato kincir angin di toko itu. Pemilik toko tak memperbolehkan Tak Goo masuk ke dapur sebelum dia melakukan segala perintahnya. Tak Goo yang tak pernah patah arang terus mencoba dan mencoba dan akhirnya berhasil. Salah satu pegawai toko itu selalu membantu Tak Goo. Dialah teman pertama Tak Goo.

Di lain pihak, Ma Jun yag diketahui sedang belajar roti di Jepang tiba-tiba menghilang tak ada kabar. Ternyata Ma Jun pergi ke guru roti ayahnya untuk belejar resep roti yang ayahnya sukai. Ternyata tak disangka dan tak diduga, tempat tujuan Ma Jun itu sama seperti empat Tak Goo sekarang. Mereka pun kembali dipertemukan oleh takdir. Ma Jun yang menggunakan nama samaran Su Tae Jo benar –benar tak dikenali oleh Tak Goo yang sekamar dengannya,

Direktur Han yang mencium keberadaan Tak Goo meminta anak buahnya untuk menghabisi Tak Goo. Di tengah perkelahian itu, Tak Goo dibantu oleh temannya. Dan tak sengaja pergelangan tangannya kelihatan dan terlihatlah tato kincir angin itu. Perkelahian di toko Pal Bong Bakery diketahui oleh pemiliknya dan langsung dihajar mereka. Sementara Tak Goo yang syok langsung dibawa ke dapur. Di sana akhirnya emosi 12 tahun terkeluarkan. Dia menanyakan dimana ibunya berada. Dia pun menceritakan kejadian mengenaskan 12 tahun yang lalu.

Di tengah kehilangannya yang besar, Tak Goo pun mulai menata hidupnya yang sudah berantakan 12 tahun yang lalu. Ia pun mencoba untuk membuat roti lagi. Saat dia mulai menata hidupnya kembali, ia bertemu dengan Yoo Kyung. Sekarang ia sudah menjadi seorang mahasiswa universitas Korea dengan predikat mahasiswa terbaik. Harapan pun mulai tumbuh setelah ia bertemu dengan Yoo Kyung

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s