Crazy Little Thing Called Love


Halllooooo…. Uda supper duper lama aku g nyampah di blogku ini. now this time, i’ll introduce my newest fave movie Crazy Little Thing Called Love, judulnya aja uda gimana gituu, kan. sepeti yang tertulis di judulnya, ni film jg berbau bau cinta gitu, lho. First love gitu, deh.arghhh,,, you’d be better check this out

TRAILER

Crazy Little Thing Called Love. Memang kalu dipikir-pikir lagi benar, ya, kalau cinta itu adalah sesuatu yang sederhana yang bahkan bisa membuat kita bertindak sesuatu yang gila. Itulah judul film Thailand pertama yang dapat memikat hatiku. Awalnya emang gara-gara pengen tahu aja kegantengan si P’ Shone, tapi akhirnya kecanthol juga ama ceritannya.

Ceritanya juga sederhana banget, uda banyak kok cerita kayak gini beredar di pasaran. Tapi entah kenapa yang satu ini terlihat spesial di mataku. Pertama, tak dapat dipungkri lagi pemain adalah hal yang terpenting. Waktu itu, lagi hot hot nya berita tentang Mario Maurer. Katanya ganteng banget ampe satu cewek di sekolah tu pada googling “Mario Maurer” (yah, hampir semuanyalah). Karena kehebohan itu aku jadi pengen  tahu setampan apa sih??? Itulah hal pertama yang membuatku menonton ini. Kedua, penyampaian ceritanya. Bukan hanya sekedar jalan cerita tapi bagaimana cerita tersebut bisa sampai pada penonton dengan cara yang indah. Banyak film, drama, sinetron, atau ftv yang mempunyai cerita bagus tapi cara menyampaikan ceritannya itu kurang. Dengan begitu penonton hanya akan berkata “Oh, gitu ceritanya” tetapi tidak membekas di hati penontonnya. Kalau di sini, scene-scene nya dibuat lumayan detail sehingga ada beberapa scene yang bisa dikenang dengan manis. Ingatkah kau saat bagian Nam nembak Shone atau Shone yang lagi buka albumnya. Bukankah itu benar-benar mengharukan (bagiku). Saat cerita banyak temanku yang bilang kalau mereka bahkan nangis saat lihat film ini. Ketiga, moral value (uda kaya narrative aja) di sini mencintai seseorang “dengan gila” bukanlah suatu masalah asalkan kita bisa mengarahkannya pada hal-hal yang positif. Contohnya kaya si Nam nih, dia suka sama cowok populer di sekolahnya, kakak kelas lagi, dia yang “bug face” dan murid dengan ranking biasa biasa saja mencoba berusaha keras untuk menjadi cantik dan belajar matia matian agar sang pujaan hati dapat melihat dirinya, paling nggak mengetahui keberadaannya. (menurutku, diketahui keberadaan kita oleh seseorang yang kita sukai itu suatu hal yang membanggakan). Dia pun mencoba memantaskan diri dengan lelaki tersebut. Bukankah itu hal yang positif. Cinta membuat dia terdorong untuk melakukan hal positif😀

Hmmm… itulah beberapa hal yang membuatku tertarik dengan film Thailand yang satu ini. Apakah aku perlu menuliskan ceritanya?

Oke, kalau kalian memaksa (howah…. )

Ada seorang anak perempuan yang memiliki wajah “bug face”, dia jatuh cinta pada seorang pemuda yang notabene adalah kakak kelasnya. (Haduh, bahasaku gitu banget -,-). intinya cewek ini yang namanya Nam, melakukan segala macam upaya agar kakak kelasnya itu, Shone, dapat suka ama dia. Di tegah usahanya tersebut, Nam punya satu lawan yang cukup tangguh. Nam tak pantang menyerah, dia pun mengikuti beberapa petunjuk di buku yang isinya cara mengget kakak kelas. Ia melakukannya karena mendengar temannya telah berhasil melakukan metode-metode yang dituliskan. Akhirnya dia pun ikut seleksi tari yang dimana di sana hanya dipilih siswi-siswi cantik. Tapi karena dia suatu hal, dia tidak jadi ikut padahal Shone sudah berkata bahwa dia tidak sabar untuk melihat penampilan Nam. Nam pun banting setir dari nari ke drama. Di drama yang sangat kurang peminatnya itu pun dia diaulat menjadi putri salju. Tak dinyana ternyata di tangan Pit, kakak kelasnya, Nam menjadi cantik yang membuat Shone terpesona, walau hanya di hati saja.

Singkat cerita, dia main drama dan di sana muncullah lakilaki lain yang ternyata mengidolakan Nam. Laki-laki itu bernama Peter aka Top😕 (benarkah namanya????) yang ternyata adalah teman baik Shone. Pergulatan batin pun dimulai pada diri Shone, karena ternyata diam-diam dia juga menyukai Nam tapi dia takut untuk bersaing dengan sahabatnya sendiri, yah walaupun tahu kalau sebenarnya Nam suka padanya.

Pada akhirnya Nam yang sudah berubah menjadi cantik itu pun ditembak Peter dan Nam pun tidak menjawab. Tapi dengan kedekatannya bersama Peter, dia bisa jadi lebih dekat dengan Shone. Hal inilah yang diam-diam membuat cemburu teman-temannya. Mereka merasa ditinggalkan sejak Nam berubah menjadi cantik. Di bagian ini masalah muncul lagi…

Balik ke Nam dan Peter, kedekatan mereka ternyata dianggap berbeda oleh Peter. Nam merasa risih. Dia pun meminta agar Peter tidak dekat-dekat lagi dengannya. Sejak saat itu pun, Nam mencoba berbaikan lagi dengan sahabat-sahabatnya. Dan dari situlah dia punya keberanian untuk melakukan sesuatu yang benar-benar diinginkannya.

Akhirnya kelulusan pun tiba. Nam memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya pada Shone. Dan apa jawab Shone? Bukankah dia juga menyukai Nam? Bagaimana kelanjutan kisahnya? Apa yang akan terjadi pada mereka berdua? Ah, sudahlah, mengetik postingan yang satu ini membuatku capek. Pokoknya yang belum nonton, nonton aja dulu, GUARANTEED, deh.

4 thoughts on “Crazy Little Thing Called Love

  1. I simply want to mention I am just new to weblog and certainly loved this blog site. Most likely I’m likely to bookmark your blog . You certainly come with great well written articles. Kudos for sharing your website.

  2. Benar-benar cerita yang mengharukan hikss hikss
    aku paling suka waktu P’nam nembak P’shone adegan paling sedih sekaligus kocak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s