[PUISI] Dari Titik ke (R)uang


Titik

Sepele, tak berarti

Tak ada yang mau mengakui

Tak ada yang ingin memahami

Mengapa dia punya eksistensi

Semua berawal dari sini

Dari titik yang terlupakan ini

Kumulai membuka mimpi

Menetapkan hati

Tuk jadi pejuang negeri

Meski galau bimbang menghampiri

Tak kan lelah diri ini mencari

Mimpi sejati pembayar rasa bakti

Hingga pun ku memilih

Tuk merancang negeri terkasih

Membangun misi

Lewat goresan tangan ini

Lewat kesadaran hati

Si anak pejuang mimpi

 

Garis

Lurus gelombang miris

Panjang pendek sinis

 

Start atau finish

Kitalah yang menganalisis

Di sinilah kita menangis

Di sinilah kita mengais

Menangisi diri yang tak mengerti

Mengais ilmu yang terasing

Lewat jalan bagaikan garis

Ku tempuh jejak asa yang teriris

Kuisi diri dengan ilmu art sains

Dan harapan yang tak pernah habis

Pensil, kertas, dan pengaris

Kan jadi teman pemandu baris

Menuju tempat yang telah tergaris

Merealisasikan mimpi yang telah tertulis

 

Bidang

Lebih dari titik yang bergabung

Lebih dari garis yang terbentang

Begitulah kata orang

Apa itu bidang

Inilah bidangku yang terbentang

Tempatku belajar membangun dengan matang

Waktu yang habis tuk begadang

Tugas dan tugas terus menghadang

Rasa malas yang terus melarang

Walau di setiap waktu merasa bimbang

Membuatku lupa akan janji pada negeri  kadang

Namun

demi mimpi yang terbakar bagai arang

Demi  janji yang terungkap sayang

Janganlah  gentar hadapi penghalang

Di dalam bidang

Di sinilah tempat merancang

Membangun negeri yang kita karang

 

Ruang

Titik, garis, bidang

Telah kita lalui dengan rasa senang

Meski ada rasa lelah kadang

Namun harus berakhir dengan tenang

Membentuk ruang tidaklah gampang

Setelah mimpi dan harapan terpegang

Akan diisi apa ruang yang mengambang

Ingatkah akan janji yang terpasang

Di depan negeri kita tersayang

Tuk merancang dan membangun negeri tergarang

Janganlah kau buat dia hilang

Merubah ruang yang telah terancang

Menjadikannya ruang yang penuh dengan uang

Jangan lupakan janji yang terucap

Jangan ubah ruang menjadi uang

Tetap teguh dengan janji yang kau pegang

Ingatlah kita para pejuang

Bangunlah negeri kita tersayang

Menjadi negara tergarang

 

Alasan di-posting-kannya puisi ini:

Ini puisi adalah tugas yang diberikan untuk KD mata kuliah filsafat. Iseng-iseng aja aku buatnya karena emang aku buatnya ihi H-5 (H=hour. Jadi buru-buru banget dah buatnya dan nggak ngarep apa-apa kecuali dapat mengumpulkannya TEPAT WAKTU!

Tapi tak dinyana dan tak disangka… puisi ini malah dapet nilai 90 (=A) Whoaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Jadi, dengan rasa bangga (bukan pamer) aku post-kan puisi ini untuk kenang-kenangan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s