JOY: Keberanian untuk Mencapai Kebahagiaan Sejati


Joy Poster
http://www.coomingsoon.com

Film Joy mengisahkan tentang keberanian seorang wanita, seorang anak dari keluarga broken home, dan seorang single parent dalam mengejar cita-citanya di usia yang tidak muda lagi. Joy kecil memiliki mimpi untuk menjadi seorang penemu di masa depan. Namun, impian itu perlahan menjauh seiring dengan permasalahan hidup yang menghampirinya.

Perceraian kedua orang tuanya menjadi awal dari mimpi buruknya. Di tengah-tengah prestasi gemilangnya, Joy harus rela berhenti kuliah untuk membantu ibunya melewati masa sulit perceraiannya dan menjadi akuntan di pabrik ayahnya. Namun, Joy tidak pernah mengeluh. Meski berat, dia selalu berusaha memenuhi permintaan orang tuanya yang terkadang nyeleneh.

Semenjak dirinya bercerai, Joy juga harus mengurus kedua anaknya. Namun anehnya. Dia dan mantan suaminya masih hidup dalam satu rumah. Sang mantan suami tinggal di ruang bawah tanah rumahnya layaknya barang bekas yang disimpan dalam gudang.

Di tengah carut marut kehidupannya, Joy memiliki seseorang nenek yang selalu memberikan semangat dalam menjalani hidup dan selalu meyakinkannya bahwa akan ada hal-hal baik dalam hidupnya suatu hari nanti. Neneknya juga yang selalu mendukungnya untu selalu mengejar mimpi-mimpinya.

Sampai suatu saat, Joy memimpikan pemakaman dirinya. Namun, foto yang terpajang di dalam gereja bukanlah foto dirinya saat ini, tetapi foto dirinya saat masih kecil. Pemakaman dalam mimpinya seperti ingin menggambarkan bahwa dirinya yang penuh dengan ambisi dan ide-ide brilian telah mati. Sadar akan tujuan hidupnya di masa lalu, Joy pun mulai menata kembali mimpi-mimpinya yang telah lama ia tinggalkan.

Pel. Sangat sepele, tetapi mungkin inilah yang akan mengubah jalan hidup seseorang. Berawal dari rasa sakit mengepel masalah yang ditimbulkan ayah dan mantan suaminya, Joy pun mulai mendesain alat pel yang lebih mudah digunakan. Pel desain Joy ini bisa memeras sendiri tanpa harus membasahi tangan.

Desain pel Joy yang futuristic tak lantas langsung membuat pelnya laku keras. Joy sempat hampir bangkrut karena pelnya tidak laku di pasaran, bahkan pola desainnya pun hampir dicuri oleh mitra bisnisnya sendiri. Tekanan dari berbagai pihak pun didapatinya, bahkan dari sang ayah. Mereka meminta agar Joy menandatangani surat pernyataan bangkrut dan mulai melupakan mimpinya (lagi). Mereka menganggap hidup sebagai penemu terlalu keras untuk seorang wanita beranak dua.

Joy sempat depresi. apalagi di waktu yang sama sang nenek yang menjadi penyemangat hidupnya sudah tiada. Joy merasa semua keyakinan neneknya terhadap dirinya hanya bualan semata. Dia tidak akan pernah meraih mimpinya. Tidak ada lagi yang dapat membantunya, kecuali dirinya sendiri.

Tak mau lari dari mimpinya lagi, Joy mulai bertekad untuk menyelamatkan cita-citanya. Ia tak ingin menyerah, ia juga tak ingin kembali hidup berembunyi dari mimpi-mimpinya lagi. Berbekal kecerdasan dan keberaniannya, Joy berkonfrontasi dengan mitra bisnisnya yang telah menipunya. Bukti-bukti yang ditunjukkan Joy tak mampu dibantah. Hak paten atas pola desain Joy pun akhirnya kembali kepadanya.

Di akhir cerita, Joy telah menjadi penemu dan entrepreneur sukses. Joy masih sangat mencintai keluarganya. Dia memboyong semua keluarganya ke rumah yang lebih mewah dan selalu membereskan masalah hutang ayah, pacar ayahnya, dan kakaknya. Joy juga selalu memberikan kesempatan untuk para penemu lain yang berusaha untuk memasarkan produknya, seperti yang dulu ia alami.

Cerita Joy mengajarkan penontonnya untuk tidak menyerah akan mimpinya. Keberanian Joy untuk mengejar mimpi yang telah ia lupakan selama 17 tahun meupakan sesuatu yang sangat menginspirasi. Joy mengajarkan untuk berani melangkah, berani mengambil risiko, dan mau untuk memperjuangkannya. Meskipun keluarga selalu memberikan masalah dan meremehkan mimpinya, Joy tak pernah berhenti mencitai keluarganya. Baik susah maupun senang, Joy selalu ada untuk keluarganya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s